BerandaSepak BolaLiga IndonesiaPersebaya Geber Stamina Fisik Setelah Tempuh Perjalanan Panjang

Persebaya Geber Stamina Fisik Setelah Tempuh Perjalanan Panjang

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya mulai kembali menggeber persiapan setelah melewati perjalanan panjang dari Lampung. Skuad Green Force kembali menjalani latihan di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (9/9), setelah mendapat waktu istirahat selama tiga hari.

Persebaya sebelumnya harus puas membawa pulang satu poin dari markas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan perdana Super League 2026/27. Pertandingan yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9), tersebut berakhir dengan skor 1-1.

Namun, tantangan Persebaya tidak berhenti setelah pertandingan. Perjalanan kembali ke Surabaya menjadi pekerjaan tersendiri bagi rombongan Green Force.

Rencana penerbangan mengalami perubahan akibat kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap sejumlah penerbangan. Skuad Persebaya kemudian menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat.

Rombongan bergerak dari Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni, kemudian menyeberang ke Merak. Perjalanan berlanjut menuju Jakarta sebelum rombongan bertolak ke Surabaya menggunakan bus.

Setibanya di Surabaya, para pemain mendapat waktu untuk memulihkan kondisi sebelum kembali mengikuti program latihan. Pada sesi latihan perdana setelah perjalanan tersebut, kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama tim pelatih.

Sebelum masuk ke sesi latihan, seluruh pemain menjalani pengecekan body composition dan Countermovement Jump (CMJ). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh pemain secara lebih detail setelah menjalani pertandingan dan perjalanan panjang.

Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menyebut kondisi skuad secara umum masih cukup baik. Meski demikian, tim pelatih tetap melakukan pemantauan secara individual karena setiap pemain memiliki respons berbeda terhadap beban pertandingan dan perjalanan.

“Secara keseluruhan, kondisi fisik pemain cukup baik. Hasil tes CMJ memberi kami gambaran mengenai kondisi neuromuskular pemain, termasuk bagaimana tubuh mereka merespons pertandingan dan perjalanan panjang dari Lampung. Karena respons terhadap kelelahan bisa berbeda pada setiap pemain, kami memantau kondisi mereka secara individual,” jelas Coach Diogo.

Tes CMJ menjadi salah satu alat yang digunakan tim pelatih Persebaya untuk mengukur kemampuan neuromuskular pemain, terutama dalam menghasilkan gaya dan daya melalui tungkai bawah.

Data dari pemeriksaan tersebut selanjutnya dibandingkan dengan baseline atau kondisi acuan masing-masing pemain. Dengan begitu, tim pelatih dapat mengetahui perubahan kondisi pemain setelah menjalani pertandingan serta perjalanan yang cukup melelahkan.

“CMJ merupakan tes sederhana, tetapi sangat berguna untuk mengukur performa neuromuskular. Dari tes ini, kami bisa melihat kemampuan pemain dalam menghasilkan gaya dan daya, terutama melalui tungkai bawah,” katanya.

Dengan kondisi pemain yang terus dipantau, Persebaya kini mulai mengarahkan fokus pada agenda pertandingan berikutnya di Super League 2026/27. Pemulihan kondisi menjadi bagian penting agar skuad Green Force bisa kembali ke level kebugaran terbaik sebelum melanjutkan perjuangan di kompetisi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read