Surabaya – Fasih berbahasa Indonesia. Itulah yang langsung mencuri perhatian dari sosok pelatih kiper Persebaya, Felipe Americo Martins Goncalves, saat sesi latihan Green Force. Meski berasal dari Brasil, pelatih berusia 42 tahun itu tak membutuhkan penerjemah untuk memberi instruksi. Lancar, jelas, dan langsung dipahami para pemain.
Felipe lahir di Rio de Janeiro, Brasil, pada 5 Juli 1982. Ia memulai karier kepelatihan di negara asalnya bersama tim muda Botafogo, salah satu klub besar Negeri Samba. Pengalaman internasionalnya dimulai pada 2017, ketika ia menerima tawaran dari Barito Putera untuk menjadi pelatih kiper di Liga 1 Indonesia.
Sejak saat itu, namanya tak asing lagi di kancah sepak bola nasional. Setelah dari Barito, Felipe sempat menjadi bagian dari Arema FC dan Rans FC, serta terakhir membela Persita Tangerang di musim 2023/2024.
“Sebagai pelatih kiper, detail sangat penting. Bahasa yang jelas dan dimengerti pemain jadi faktor besar. Itulah kenapa saya belajar bahasa Indonesia sejak pertama kali datang,” ujar Felipe.
Kemampuannya berbahasa Indonesia bukan tanpa alasan. Sejak tahun 2017, Coach Felipe telah malang melingtang di Liga Indonesia. Dengan yang mendukung, ia langsung membaur serta dukungan dari sang istri mempercepat kemampuannya beradaptasi secara bahasa.
“Dari 2017 di sini saya belajar sedikit-sedikit jadi bisa. Saya belajar otodidak. Saya coba terus karena takut ada yang salah kan. Istri dari Malang, jadi semakin memperkaya juga bahasanya,” imbuhnya.
Kemampuan komunikasi yang baik tersebut membuat para penjaga gawang Persebaya, seperti Andhika Ramadhani, cepat beradaptasi dengan metode latihan yang ia bawa. Latihan terasa lebih hidup dan efektif karena instruksi langsung bisa dipahami tanpa jeda.
“Sebelumnya memang saya sering melihat bagaimana beliau melatih dan komunikasi antar pemain, Alhamdulillah kita sebagai kiper bisa menyerap materi dengan cepat apa yang di sampaikan oleh Caoch Felipe,” tandas Andhika.

