Taktik.id – Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi saksi bisu keperkasaan Persebaya Surabaya dalam laga bertajuk Derbi Jawa Timur. Dimotori oleh performa magis Francisco Rivera, tim berjuluk Bajul Ijo tersebut sukses melumat rival abadi mereka, Arema FC, dengan skor telak 4-0 pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/26, Selasa (28/4) sore.
Rivera tampil bak dirigen orkestra di lini tengah. Pemain asal Meksiko ini tidak hanya mengontrol ritme permainan, tetapi juga menjadi momok mematikan bagi lini pertahanan Singo Edan. Mantan penggawa Madura United tersebut mencatatkan namanya di papan skor sebanyak dua kali dan menyumbangkan satu assist krusial.
Atas kontribusi luar biasanya, gelar “Oppo Player of the Match” pun jatuh ke pelukannya. Namun, bagi Rivera, penghargaan individu tersebut hanyalah bonus dari misi utama: membahagiakan para pendukung setia, Bonek dan Bonita.
“Tentunya kami senang karena bisa mendapat tiga poin. Kami tahu ini pertandingan Derbi yang sangat penting untuk Bonek dan juga tim,” ungkap Rivera penuh emosional seusai pertandingan.
Kemenangan besar ini tidak diraih dengan mudah. Rivera mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan Persebaya terletak pada mentalitas dan kecerdasan taktik yang mereka sepakati di ruang ganti sebelum peluit pertama dibunyikan.
“Kami bicara di ruang ganti harus bermain pintar dan memberikan 100%. Terima kasih Tuhan untuk tiga poin ini,” sambungnya.
Meski menang telak, Rivera tetap menunjukkan sportivitas dengan memuji kualitas lawan, sembari menekankan bahwa fokus dan ketulusan dalam bermain menjadi pembeda di lapangan sore itu.
“Kami tahu Arema punya pemain berkualitas, tapi kami juga bermain dengan fokus serta dengan hati. Terima kasih semua Bonek-Bonita yang telah mendoakan kami,” ucap sang pemain nomor punggung 7 tersebut.
Menutup pernyataannya, Rivera tak lupa memberikan apresiasi setinggi langit kepada rekan setim dan jajaran pelatih yang telah berjuang habis-habisan dalam tensi tinggi selama lebih dari 90 menit.
“Terima kasih kepada teman-teman pemain dan tim pelatih. Kami telah berjuang 100 menit dalam duel perebutan bola dan kami benar-benar berjuang keras,” tutup sang maestro.
Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin penting bagi Persebaya di papan atas klasemen, tetapi juga menegaskan dominasi mereka dalam rivalitas panas di tanah Jawa Timur musim ini.

