Taktik.id – Meski telah meresmikan Joel Vinicius untuk mempertajam lini serang, aktivitas Arema FC di bursa transfer paruh musim 2025/2026 dipastikan belum berakhir. Fokus utama manajemen dan tim pelatih kini beralih ke lini belakang guna mencari pengganti sepadan bagi Luiz Gustavo yang harus absen hingga akhir musim.
Kekalahan menyakitkan dari Dewa United pada 26 Januari lalu menjadi alarm keras bagi stabilitas pertahanan Singo Edan. Pelatih kepala, Marcos Santos, mengonfirmasi bahwa evaluasi dari laga tersebut memperkuat kebutuhan akan pemain bertahan baru yang lebih solid.
Arema FC saat ini memiliki 10 pemain asing, dengan regulasi maksimal 11 pemain, masih ada satu kuota kosong yang sengaja disiapkan untuk pemain asing baru.
Menyusul cederanya Luiz Gustavo, Marcos Santos membutuhkan sosok pemimpin di jantung pertahanan. Saat ini, tim hanya mengandalkan Odivan Koerich dan Anwar Rifai sebagai bek murni, sementara Matheus Blade dan Julian Guevara sering ditarik dari posisi aslinya.
Marcos Santos menegaskan tidak ingin terburu-buru. Ia mencari pemain yang memiliki kecocokan instan dengan skema permainannya untuk meminimalisir kesalahan individu yang kerap terjadi.
“Kami tidak boleh mencari pemain yang sembarangan agar cocok dengan skema Arema FC. Kekalahan kemarin adalah pelajaran bahwa pertahanan harus berbenah secepat mungkin,” ungkap Marcos Santos dikutip dari Radar Malang .
Meski manajemen masih menutup rapat identitas calon pemain tersebut, beberapa nama mulai dikaitkan dengan publik Malang. Nama bek tangguh seperti Thales Lira hingga bek PSM Makassar, Victor Luiz, sempat mencuat dalam perbincangan bursa transfer sebagai opsi potensial untuk memperkuat lini pertahanan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengisyaratkan bahwa kejutan bisa terjadi hingga menit terakhir penutupan bursa transfer.
“Peluang mendatangkan pemain anyar selalu ada, tapi kami harus cermat,” ungkapnya.

