BerandaSportainmentLuar LapanganMuhammad Rafi Wibisono Siapkan KONI Sidoarjo Berbasis Sport Intelligence Bidik Prestasi di...

Muhammad Rafi Wibisono Siapkan KONI Sidoarjo Berbasis Sport Intelligence Bidik Prestasi di Porprov Jatim 2027

TAKTIK.ID – Muhammad Rafi Wibisono langsung bergerak cepat setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo. Tak ingin larut dalam euforia kemenangan, Rafi kini mengarahkan fokus organisasi untuk membangun kekuatan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027.

Ajang olahraga multicabang yang akan digelar di Surabaya tersebut menjadi tantangan besar bagi Sidoarjo. Karena itu, Rafi menyiapkan pendekatan pembinaan yang lebih terukur melalui pemanfaatan data, keterlibatan tenaga ahli, penerapan sport intelligence, hingga percepatan Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab).

Bagi Rafi, prestasi olahraga tidak cukup dibangun hanya dengan semangat dan rutinitas latihan. Dibutuhkan sistem yang mampu membaca kekuatan, memetakan potensi, serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan.

Langkah awal yang akan dilakukan KONI Sidoarjo meliputi konsolidasi kepengurusan, pelaksanaan Rakerkab, dialog bersama cabang olahraga, pemetaan atlet dan nomor unggulan, hingga percepatan program Puslatkab.

Seluruh tahapan tersebut disiapkan untuk membangun peta jalan prestasi Sidoarjo yang jelas dan realistis menuju Porprov X Jawa Timur 2027.

Sport Intelligence Jadi Senjata Baru KONI Sidoarjo
Dengan 72 disiplin cabang olahraga yang masuk dalam lanskap Porprov X Jawa Timur 2027, Sidoarjo dituntut memiliki pemetaan kekuatan yang presisi. Daerah ini harus mengetahui cabang olahraga mana yang berpotensi menjadi lumbung medali, atlet yang perlu mendapatkan pembinaan lebih cepat, hingga kekuatan para pesaing.

Di sinilah sport intelligence akan memegang peranan penting. Rekam jejak prestasi, perkembangan performa atlet, kedalaman skuad, kebutuhan pelatih, sarana dan prasarana, hingga peluang perolehan medali akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan.

Rafi juga menilai kehadiran tenaga ahli sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Sidoarjo. Analisis performa, program kepelatihan, kondisi fisik, pemulihan atlet, hingga perencanaan program harus saling terhubung dalam satu sistem.

Dengan begitu, setiap keputusan yang diambil tidak hanya bertumpu pada perkiraan, melainkan berdasarkan kebutuhan dan target prestasi yang telah dipetakan.

Anggaran KONI Sidoarjo Akan Mengikuti Peta Prestasi
Pendekatan berbasis data juga diharapkan membuat pengelolaan anggaran KONI Sidoarjo menjadi lebih tepat sasaran.

Dukungan terhadap program latihan, peningkatan kompetensi pelatih, uji tanding, kejuaraan, fasilitas, tenaga pendukung, hingga program Puslatkab akan disesuaikan dengan kebutuhan serta target prestasi masing-masing cabang olahraga.

Prinsip tersebut menjadi penting agar setiap sumber daya yang dimiliki mampu memberikan dampak maksimal terhadap persiapan kontingen Sidoarjo di Porprov Jatim 2027.

Puslatkab Jadi Agenda Mendesak Menuju Porprov Jatim 2027
Selain pemetaan kekuatan dan penguatan sport intelligence, percepatan Puslatkab menjadi agenda yang tidak kalah mendesak.

Menjelang Porprov X Jawa Timur 2027, waktu tidak boleh habis hanya untuk proses konsolidasi organisasi. Puslatkab harus segera menjadi pusat pembinaan yang mampu memantau perkembangan atlet secara berkala, mengevaluasi program latihan, serta mempersiapkan kondisi fisik dan mental atlet secara berkelanjutan.

Rafi ingin membangun sebuah sistem di mana prestasi tidak hanya menjadi tanggung jawab atlet. Di balik kontingen yang kuat, harus ada kerja bersama antara atlet, pelatih, pengurus, tenaga ahli, dan manajemen.
Karena itu, penguatan sumber daya manusia serta komunikasi dengan seluruh cabang olahraga akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem prestasi Sidoarjo.

Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa telah usai. Kontestasi juga telah selesai. Kini, tantangan sesungguhnya bagi Muhammad Rafi Wibisono adalah menerjemahkan kepercayaan yang diperolehnya melalui aklamasi menjadi kerja nyata.

Konsolidasi harus segera dituntaskan, tenaga ahli harus dipersiapkan, peta kekuatan wajib disusun, sport intelligence harus diterjemahkan menjadi kebijakan, dan Puslatkab perlu dipercepat.

Rafi telah memenangi aklamasi. Ujian berikutnya adalah mengubah kepercayaan menjadi sistem, sistem menjadi kekuatan, dan kekuatan menjadi prestasi bagi Sidoarjo di Porprov X Jawa Timur 2027.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read