Taktik.id – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berubah menjadi teater yang kejam pada Sabtu (02/05/2026) sore. Di satu sisi, tribun bergetar merayakan keganasan Green Force yang melumat PSBS Biak dengan skor telak 4-0 pada lanjutan pekan ke-30 BRI Superi League 2025/26.
Di sisi lain, peluit panjang wasit terdengar seperti lonceng kematian bagi PSBS Biak yang resmi terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sepanjang 45 menit pertama, Persebaya sejatinya sempat dibuat frustrasi. Meski menguasai aliran bola hingga 60%, anak asuh Bernardo Tavares seperti membentur tembok baja.
Skema bola pendek satu-dua sentuhan yang diperagakan Francisco Rivera dkk. selalu kandas di tangan kiper lawan atau meleset tipis. PSBS Biak tampil disiplin, seolah memberikan harapan palsu bahwa mereka bisa membawa pulang poin untuk bertahan hidup.
Segalanya berubah setelah turun minum. Tavares melakukan penyesuaian taktik yang lebih agresif, dan hasilnya instan. Pada menit 54′ kebuntuan pecah! M. Raickovic melompat paling tinggi untuk menyambut umpan lambung presisi.
Belum sempat Biak bernapas, Raickovic kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sepakan first-time mematikan di tengah kemelut penalti tepatnya menit 59′.
“Saya bilang ke pemain: tetap tenang. Kita punya bola, kita hanya butuh sedikit efisiensi. Di babak kedua, Raickovic dan Rivera menunjukkan kelas mereka yang sebenarnya,” terang Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya, seusai pertandingan.
Setelah mental pemain PSBS Biak runtuh, giliran sang dirigen, Francisco Rivera, yang mengambil panggung. Dengan aksi individu yang elegan dan visi bermain kelas Eropa, Rivera menambah derita tim tamu lewat dua gol cantik pada menit ke-76 dan ke-82.
Skor 4-0 tidak hanya menjadi kemenangan terbesar Persebaya musim ini, tapi juga menjadi titik balik posisi mereka di klasemen. Dengan koleksi 51 poin, asa untuk finis di posisi top-flight kini terbuka lebar. Dukungan tak henti dari “Arek-arek Surabaya” menjadi bahan bakar utama bagi kebangkitan Green Force.

