Taktik.id – Jawa Timur boleh saja menyandang status sebagai kiblat loncat indah nasional, namun siapa sangka para atlet penguasa papan loncat ini masih harus berstatus kontraktor alias menyewa fasilitas untuk berlatih.
Kenyataan pahit inilah yang memicu Ketua Pengprov Akuatik Indonesia Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, untuk bersuara lantang. Ia mendesak Pemerintah Provinsi Jatim segera membangun fasilitas kolam khusus loncat indah demi menjaga api prestasi yang tengah berkobar.
Dalam pembukaan Kejurprov Loncat Indah dan Renang Indah di Kolam Primalaras, Surabaya (18/4/26), Dewanti menyoroti ketimpangan popularitas antar cabang olahraga air. Selama ini, mata publik seolah hanya tertuju pada lintasan renang.
“Padahal, akuatik itu luas. Ada loncat indah, renang indah, hingga polo air yang punya potensi raksasa jika diberi wadah yang layak,” tegas Dewanti.
Kejurprov 2026 ini pun menjadi bukti nyata. Sebanyak 66 atlet muda dari 11 kabupaten/kota (mulai dari Surabaya, Malang, hingga Lumajang dan Bangkalan) turun gelanggang. Dewanti melihat ada permata tersembunyi di antara para peserta usia dini tersebut yang siap dipoles menjadi atlet kelas dunia.
Pelatih Tim Loncat Indah Jatim, Ronaldy Herbintoro, menambahkan bumbu urgensi dalam tuntutan ini. Prestasi Jatim di level nasional sebenarnya sudah berada di puncak piramida, namun dukungan infrastruktur belum setara dengan medali yang diraih.
Jika ditengok kembali, rapor mentereng Jatim di PON XXI Aceh-Sumut 2024 sebagai Juara Umum cabang olahraga Loncat Indah. Dengan koleksi: 6 Emas, 3 Perak, dan 2 Perunggu. Gladies Lariesa Garina Hagakore, sang bintang utama, menyapu bersih 5 medali emas sendirian.
“Jatim adalah barometer nasional. Tapi ironisnya, sampai detik ini kami masih harus menyewa fasilitas. Untuk pembinaan yang optimal, kita butuh kolam sendiri, bukan sekadar menumpang,” keluh Ronaldy.
Dewanti Rumpoko berharap momentum Kejurprov tahun ini, di mana seluruh disiplin akuatik akhirnya bisa dipertandingkan kembali, menjadi titik balik bagi pemerintah untuk melek infrastruktur.Targetnya jelas, Jawa Timur tidak hanya ingin melahirkan satu Gladies, tapi sebuah ekosistem atlet yang berkelanjutan.
“Kami ingin Jatim punya fasilitas akuatik yang komplet. Mulai dari kolam arus untuk renang hingga menara loncat indah yang representatif. Ini investasi, bukan sekadar pengeluaran,” pungkas Dewanti optimis.

