Taktik.id – Stadion Brawijaya bersiap menjadi saksi apakah Persik Kediri telah belajar dari luka lama. Menjelang laga krusial pekan ke-22 Super League 2025/2026 melawan Bhayangkara FC, Jumat (20/2/2026) malam, skuad Macan Putih mengusung satu misi utama: Berhenti memberikan “sedekah” gol kepada lawan.
Bayang-bayang dari hasil melawan PSIM Yogyakarta pekan lalu masih terasa menyesakkan. Pelatih kepala, Marcos Reina Torres, tidak menutup-nutupi kekecewaannya terhadap kerapuhan lini belakang yang sempat kehilangan fokus di momen krusial.
“Gol pertama (lawan PSIM) itu kesalahan buruk, gol yang konyol. Seharusnya tidak terjadi,” ungkap Marcos dikutip dari SURYAMALANG.com
Bagi pelatih asal Spanyol itu, laga nanti malam bukan sekadar mencari tiga poin, melainkan pembuktian bahwa lini belakang Persik bukan lagi “pintu tol” yang mudah dilewati.
Dalam sepekan terakhir, kamp latihan Persik Kediri lebih berfokus dalam memperkuat lini pertahanan. Marcos Torres menitikberatkan evaluasi pada tiga aspek vital yaitu, kedisiplinan posisi, komunikasi antar pemain, dan clearens bola yang harus efektif.
“Kami terus bekerja dan saya yakin kami akan menjadi lebih baik di setiap pertandingan. Tim ini punya kapasitas untuk berkembang menjadi unit yang jauh lebih tangguh,” tambahnya dengan optimis.
Selain itu faktor nonteknis juga diperlukan dari dukungan penuh Persikmania diharapkan mampu membakar semangat skuad Macan Putih. Akankah tembok pertahanan baru racikan Marcos Torres mampu meredam gempuran Bhayangkara FC?

