Taktik.id – Stadion Segiri, Samarinda, dipastikan bakal membara Sabtu ini (7/3/26). Duel klasik antara Borneo FC melawan Persebaya Surabaya bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan panggung pembuktian harga diri. Di satu sisi, tuan rumah ingin pesta di hari jadi klub; di sisi lain, sang tamu datang membawa nyali meski raga tak lagi utuh.
Kondisi Persebaya saat ini sedang berada di titik nadir. Badai cedera menghantam jantung skuad Green Force, memaksa pelatih Bernardo Tavares memutar otak lebih keras dari biasanya. Namun, alih-alih memasang strategi “parkir bus” untuk mencuri satu poin, pelatih asal Portugal itu justru melempar tantangan terbuka.
“Kami tahu situasinya sulit, tapi Persebaya tidak datang ke Samarinda untuk menyerah. Kami datang untuk bertarung!” tegas Tavares, semalam (6/3) di ruang konferensi pers.
Sorotan kamera dipastikan akan tertuju pada Ernando Ari Sutaryadi. Kiper nomor satu Timnas Indonesia ini diprediksi akan menjalani “malam tersibuk” dalam kariernya. Ia akan menjadi benteng terakhir yang menahan gempuran lini depan Borneo FC yang dikenal sangat haus gol saat bermain di hadapan publik sendiri.
Tavares kemungkinan besar akan menurunkan barisan pemain muda untuk menutup lubang yang ditinggalkan para pilar utama, seperti yang dilakukan saat laga kontra Persib Senin (2/3) kemarin.
DI sisi yang lain motivasi tinggi tuan rumah untuk mengincar kemenangan mutlak sebagai kado ulang tahun klub yang manis bagi para suporter.
Akankah taktik gambling Tavares dapat membungkam gemuruh Stadion Segiri, atau justru Pesut Etam yang bakal berpesta di atas luka sang tamu? Satu yang pasti, sepak bola tidak pernah dimainkan di atas kertas!

