Taktik.id – Dibalik medali emas yang berkilau, ada fisik atlet yang harus dijaga. Menyadari hal tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim) melakukan langkah progresif dengan menggandeng RS Universitas Surabaya (RS Ubaya) untuk menciptakan ekosistem kesehatan atlet yang lebih modern dan terintegrasi.
Pertemuan strategis antara Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, dan manajemen RS Ubaya pekan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya “upgrade” besar-besaran terhadap standar penanganan cedera dan pemulihan atlet Puslatda Jatim.
1. Rekam Medis Khusus: Prioritas Tanpa Diskriminasi
​Salah satu poin krusial yang ditekanan Muhammad Nabil adalah pemisahan data. Atlet Puslatda tidak akan dicampur adukkan dengan pasien umum dalam sistem administrasi.
Hal ini demi mempermudah pemantauan (monitoring) kondisi fisik secara real-time, supaya dalam pengambilan kebijakan di KONI bisa langsung tahu siapa yang siap bertanding dan siapa yang butuh istirahat total hanya lewat satu klik data.
2. Mencari Dokter “Plus”: Paham Medis, Paham Matras
​KONI Jatim tidak hanya butuh dokter yang pintar menjahit luka atau membaca hasil rontgen. Mereka butuh Dokter “Plus”. Apa itu?
“Dokter harus paham periodesasi latihan. Penanganan atlet yang cedera di awal musim latihan tentu beda dengan mereka yang cederanya sebulan sebelum PON. Kita butuh pendekatan holistik, termasuk gizi khusus untuk percepatan pemulihan,” tegas Muhammad Nabil.
Singkatnya, dokter di RS Ubaya dituntut untuk menjadi “asisten pelatih” dari sisi medis—tahu kapan harus menarik rem dan kapan boleh tancap gas.
3. Sinergi Medis dan Taktik di Lapangan
​Menanggapi tantangan tersebut, Direktur Utama RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, menyatakan kesiapannya. Namun, ia juga memberikan catatan penting mengenai preventif (pencegahan).
Langkah ini menandai era baru di mana olahraga prestasi tidak lagi hanya mengandalkan otot dan semangat, tapi juga Sport Science yang presisi. Dengan penanganan medis yang “manusiawi” dan terstruktur, atlet Jawa Timur kini bisa berlaga dengan rasa aman, tahu bahwa ada tim ahli yang menjaga setiap inci kebugaran mereka.

