BerandaSepak BolaLiga IndonesiaBola Mati dan Kurangnya Pressing Jadi Bahan Evaluasi Persebaya Surabaya

Bola Mati dan Kurangnya Pressing Jadi Bahan Evaluasi Persebaya Surabaya

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya gagal mempertahankan keunggulan atas Garudayaksa FC setelah kebobolan menjelang akhir pertandingan. Hasil imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9), membuat Bajol Ijo harus melakukan evaluasi, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati dan meningkatkan tekanan kepada lawan.

Persebaya sebenarnya berada di jalur kemenangan setelah Alex Martins mencetak gol pada menit ke-84. Striker asal Brasil itu menuntaskan peluang melalui sundulan setelah menerima umpan Jefferson Silva.

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan sekitar lima menit. Garudayaksa mampu menyamakan kedudukan melalui skema bola mati yang menjadi sorotan utama pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.

Pelatih asal Portugal itu menilai lini pertahanan Persebaya tidak cukup kompak ketika menghadapi skema sepak pojok pendek. Situasi tersebut membuat lawan memiliki ruang untuk mengirimkan bola ke area tiang jauh.

“Kami seharusnya tidak kebobolan seperti itu. Gol mereka berasal dari situasi bola mati. Saat melakukan short corner, garis pertahanan kami tidak naik dalam posisi yang sama,” jelasnya.

Tak hanya persoalan koordinasi lini belakang, Tavares juga menyoroti pressing Persebaya yang dinilai belum cukup agresif ketika pemain Garudayaksa menguasai bola.

“Kami juga kurang agresif menekan pemain yang menguasai bola sehingga mereka bisa mengirim umpan ke tiang jauh dan mencetak gol. Itu menjadi satu-satunya peluang besar mereka pada babak kedua,” imbuhnya.

Gol penyama kedudukan tersebut menjadi pukulan bagi Persebaya. Pasalnya, Bajol Ijo sebenarnya tampil cukup agresif sepanjang pertandingan dan memiliki sejumlah peluang untuk mengunci kemenangan.

Statistik pertandingan menunjukkan Persebaya menghasilkan 19 percobaan tembakan. Green Force juga unggul dalam jumlah sepak pojok dan peluang mencetak gol. Bahkan, Miguel Pereira sempat mencetak gol yang kemudian dianulir VAR.

Situasi itu membuat Tavares menilai masalah Persebaya bukan hanya pada aspek pertahanan. Ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol tambahan juga menjadi pekerjaan rumah bagi timnya.

“Secara keseluruhan, kami memiliki lebih banyak percobaan, lebih banyak sepak pojok, dan lebih banyak peluang untuk mencetak gol. Namun, kami tidak mampu mencetak gol tambahan untuk memenangkan pertandingan,” kata Coach Tavares.

Sebelum kebobolan, Persebaya sebenarnya sudah lebih dulu menunjukkan agresivitas dalam membangun serangan. Namun, beberapa peluang yang didapat pada babak pertama belum mampu dimaksimalkan menjadi gol.

Tavares pun mengakui permainan anak asuhnya masih dapat ditingkatkan, khususnya pada 45 menit pertama.
“Menurut saya, kami bisa bermain lebih baik pada babak pertama. Kami menciptakan beberapa peluang. Seperti yang saya sampaikan dalam konferensi pers sebelumnya, Garudayaksa memiliki pemain-pemain bagus. Dan itu terlihat pada pertandingan hari ini,” ujar Coach Tavares.

Meski kehilangan dua poin setelah kebobolan pada menit-menit akhir, Tavares tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya. Ia menyebut laga tersebut berlangsung dengan intensitas tinggi.

“Ini pertandingan dengan intensitas tinggi dan saya mengapresiasi sikap para pemain,” pungkasnya.

asil imbang ini menjadi bahan evaluasi bagi Persebaya untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Pembenahan organisasi ketika menghadapi bola mati, agresivitas pressing, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan Green Force.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read