TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya langsung mengalihkan fokus pada pemulihan kondisi pemain usai menjalani laga pramusim bertajuk 99th Anniversary Game kontra PSIS Semarang yang berakhir imbang 2-2. Setelah libur sehari, skuad Bajol Ijo kembali berlatih di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo pada Selasa (21/7) dengan agenda utama sesi recovery dan evaluasi fisik.
Tim pelatih memanfaatkan Counter Movement Jump (CMJ) Test untuk mengukur kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, hingga kesiapan pemain menghadapi program latihan berikutnya.
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menyebut tes ini menjadi acuan penting karena hasilnya dibandingkan dengan data dasar setiap pemain yang telah dikumpulkan sejak awal persiapan musim.
“Melalui tes ini kami bisa mengetahui apakah pemain berada dalam kondisi optimal, mengalami kelelahan, atau memiliki risiko cedera,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Dalam proses pengukuran, Persebaya menggunakan teknologi VALD Performance yang mampu menyajikan data objektif, mulai dari tinggi lompatan hingga daya ledak (peak power) pemain.
Performance Coach DBL Academy, Muhammad Nur Rofik, menjelaskan bahwa data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan tim medis untuk menentukan program latihan yang paling sesuai.
CMJ Test dilakukan pada H+2 setelah pertandingan agar respons fisik pemain pasca-laga dapat terlihat lebih jelas. Hasil evaluasi ini diharapkan membantu tim menjaga performa sekaligus meminimalkan risiko cedera.
Persebaya memang tak memiliki banyak waktu untuk bersantai. Green Force kini bersiap menghadapi Piala Presiden 2026, di mana mereka tergabung di Grup B bersama Port FC (Thailand), PSMS Medan, dan Persija Jakarta.
Turnamen pramusim tersebut akan menjadi tolok ukur penting bagi tim sebelum mengarungi kompetisi resmi musim 2026/2027.