Sport

Dukung Perpres Nomor 86 Tahun 2021, Jawa Timur Sentralisasi Panahan

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada acara sosialisasi Perpres Nomor 86 Tahun 2021 di Surabaya, Jumat (19/11) sore. (Fajar Kristanto/Taktik.id)

Taktik.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah melakukan inventarisasi dan identifikasi cabang olahraga (cabor) unggulan untuk mendukung program desain besar olahraga nasional (DBON). Dalam kebijakan yang telah berpayung hukum, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021, tersebut terdapat 14 cabor unggulan yang dipusatkan di sejumlah provinsi.

Jatim yang yang merupakan salah satu sentra pembinaan olahraga nasional memilih mengembangkan cabor panahan. Hal itu ditegaskan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada acara sosialisasi Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang DBON di salah satu hotel di Surabaya, Jumat (19/11) sore.

“Jatim sedang inventarisasi dan identifikasi, gagasan cabor Olimpiade. Salah satunya panahan, (Jatim) sudah 10 kali edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi juara umum olahraga memanah. Ini yang kedepannya terus diperdalam dan ditingkatkan,” terang Khofifah.

Tak hanya itu, gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut juga membidik pembinaan cabor bridge dan balap sepeda. Dia juga berharap kedua cabor itu dilombakan di Olimpiade. “Tapi, Alhamdulilah, Tuhan mengerti dan pada kejurnas di Cimahi, balap sepeda (Jatim) bisa juara umum dengan 29 medali emas,” ungkap Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan jika pelaksanaan pembinaan cabor unggulan di Jatim bakal mendapat dukungan penuh dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Terlebih, Fakultas Ilmu Olahraga di Unesa memiliki berbagai fasilitas olahraga yang mumpuni.

“(Ada) program dari Unesa tinggal disempurnakan saja, sudah sangat bagus. Ada laboratorium antidoping, luar biasa. Saya rasa Jatim siap mendukung DBON,” tutur Khofifah.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menegaskan jika penetapan sentralisasi cabor unggulan melihat potensi daerah terlebih dulu. Dari 10 daerah sentralisasi pemusatan pembinaan diantaranya ada Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur.

“Semua (cabor) itu nanti akan dilihat potensi daerahnya seperti apa. Ibu gubernur (Jatim) sudah menyampaikan panahan. Jadi, sudah pasti nanti pusat pembinaan panahan di Jatim. Nah, selanjutnya kami akan lihat lagi (potensi). Tetapi jika daerah mau menambah diluar yang ada, silahkan. Kan ada kebutuhan nasional juga, ada PON,” kata Zainudin.

Menurutnya, DBON merupakan pedoman pembinaan olahraga untuk membidik target yang lebih tinggi yaitu Olimpiade dan Paralimpiade. Sementara ajang Asian Games dan SEA Games menjadi sasaran antara. “Kalau tingkat daerah targetnya adalah PON. Saya kira dengan sosialisasi ini, pembinaan olahraga itu sudah ada panduannya, jadi tidak bisa lagi (asal) memberikan target,” ungkapnya. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top