Sport

Jatim Kerja Keras Raih Perunggu

Pemain Jawa Timur Moch. Ibnu Hajar Alhaitami (tengah) berebut bola dengan pesepakbola Kalimantan Timur pada laga perebutan medali perunggu cabor sepakbola PON XX/2021 Papua di Stadion Barnabas Youwe, Jayapura sore tadi. Jatim berhak meraih medali perunggu setelah menang 3-2 atas Kaltim. (KONI Jawa Timur)

Taktik.id – Jawa Timur belum mampu membawa pulang medali emas cabang olahraga (cabor) sepakbola Pekan Olahraga Nasional (PON). Jatim membawa pulang medali perunggu PON XX/2021 Papua setelah menang susah payah atas Kalimantan Timur dengan skor 3-2 di Stadion Barnabas Youwe, Jayapura sore tadi.

Asa merebut medali emas sepakbola pada PON XX sejatinya terbuka setelah Jatim tampil apik sejak babak penyisihan hingga enam besar. Dian Sasongko dkk. tak tersentuh kekalahan. Bahkan hanya kebobolan sekali dan mencetak 16 gol ke gawang lawan-lawannya. Sayangnya Jatim takluk 1-2 dari Aceh di babak semifinal.

Alhasil, pencapaian tersebut antiklimaks. Karena itu, tim sepakbola Jatim berupaya mengobati kekecewaan pada laga perebutan medali perunggu saat melawan Kaltim. Alih-alih mampu menang telak seperti perjumpaan pertama di babak enam besar, Jatim malah kesulitan.

Jatim sempat tertinggal lewat gol Rian Khadir di menit 61′. Kemudian berbalik unggul lewat gol M. Faisol Yunus (76′) dan Dwiki Mardiyanto (79′). Laga berlanjut ke extra time setelah Kaltim menyamakan skor lewat eksekusi penalti Rizky Ramadhan (84′). Jatim baru memastikan meraih medali perunggu ketika babak extra time memasuki menit 118. Eksekusi tendangan bebas Faisol tak mampu diselamatkan kiper Kaltim.

Hanya dapat membawa pulang medali perunggu, pelatih tim sepakbola Jatim Rudy William Keltjes tidak puas. Dia juga kecewa dengan kepemimpinan wasit. Rudy menilai banyak keputusan yang merugikan timnya. Hal itu pula yang dianggap jadi penghambat permainan tim sehingga gagal mengulangi kemenangan 5-1 atas Kaltim di babak enam besar (8/10) kemarin.

“Penalti itu harusnya tidak terjadi. Terus sedikit-sedikit wasit meniup peluit pelanggaran. Anak-anak yang sudah semangat, jadi down lagi,” tegas Rudy. “Saya masih kecewa. Karena target saya harusnya ke final. Tapi tidak masalah. Yang penting anak-anak sudah kerja keras,” kata pelatih asal Situbondo tersebut.

Kendati demikian, ini adalah medali pertama Jatim setelah di tiga edisi PON sebelumnya selalu gagal meraih prestasi. Terakhir kali Jatim merebut medali emas adalah pada gelaran PON XVII/2008 Kalimantan Timur. Selepas itu, prestasi sepakbola Jatim di ajang olahraga multievent nasional naik turun. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top