Sport

Jatim Hadapi Perebutan Perunggu Dengan Kepala Tegak

Tim sepakbola Jawa Timur diminta bermain dengan kepala tegak di laga perebutan medali perunggu PON XX/2021 Papua melawan Kalimantan Timur di Stadion Barnabas Youwe, Jayapura, sore nanti. (KONI Jawa Timur)

Taktik.id – Para pemain Jawa Timur diminta menjalani laga perebutan medali perunggu Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua dengan kepala tegak. Mereka akan melawan Kalimantan Timur di Stadion Barnabas Youwe, Jayapura, sore nanti.

Jatim mengawali persaingan dengan apik. M. Faisol Yunus dkk tak terkalahkan sejak fase penyisihan grup hingga babak enam besar. Sayangnya, penampilan Jatim antiklimaks di babak semifinal. Takluk 1-2 dari Aceh (12/10). Padahal tim Bumi Rencong sempat dikalahkan Jatim pada laga ujicoba di Surabaya, Agustus lalu.

Kali ini, di laga perebutan posisi 3-4, Jatim kembali menghadapi tim yang pernah menjadi lawan. Kaltim bukan lawan yang asing bagi Jatim. Keduanya pernah bentrok di babak enam besar (6/10). Saat itu, Jatim mampu menang dengan skor 5-1. Alhasil, peluang membawa pulang medali perunggu terbuka lebar.

Meski begitu, hasil pertemuan sebelumnya bukan jaminan kalau Jatim akan kembali menang mudah. Sebab, kondisi mental pemain tengah anjlok usai kalah di semifinal. Melihat kondisi tersebut, tim ofisial Jatim merespon itu. Manajer tim sepakbola Jatim Amir Burhanuddin langsung mengajak skuad menikmati makan malam usai kalah dari Aceh. “Dari situ, anak-anak mulai tenang. Kemarin pagi anak-anak sudah mulai mencair. Tidak ada ketegangan. Semua sudah siap main,” katanya.

Pria yang juga CEO Deltras Sidoarjo, tim Liga 3 Jatim, tersebut meminta untuk pemain tetap bermain dengan kepala tegak. Apalagi Jatim sudah pernah mengalahkan Kaltim di enam besar. “Tentu saja itu (kemenangan atas Kaltim) jadi motivasi tersendiri. Saya juga sampaikan ke pemain, masih ada satu podium tersisa. Jangan sampai terlewat. Harus diambil,” tegas Amir.

Sementara itu, pelatih tim sepakbola Jatim Rudy William Keltjes meminta pemainnya untuk melupakan kekalahan atas Aceh. Dia berharap para pemain mengalihkan fokus ke laga perebutan perunggu.

“Kami tetap targetkan kemenangan. Kalau tidak menang, untuk apa main?,” tegas Rudy. “Soal pemain drop, itu urusan saya. Saya yang akan mengangkat mental pemain,” tandas pelatih 69 tahun tersebut. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top