Sport

Hari Terakhir, Atletik Jatim Sumbang Tiga Medali

Tim atletik Jawa Timur dari nomor 4×400 meter estafet putra merebut medali perak pada hari terakhir perlombaan PON XX/2021 Papua. Atletik Jatim hanya merebut 3 emas, 5 perak, 2 perunggu dari target 10 medali emas. (KONI Jawa Timur)

Taktik.id – Tim atletik Jawa Timur gagal memenuhi target medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Mereka membawa pulang tiga medali emas, lima perak, dan dua perunggu. Tiga medali terakhir yang dipersembahkan masing-masing satu emas, perak dan perunggu pada perlombaan hari terakhir di Stadion Atletik Mimika Sport Compleks, Kamis (14/10).

Pada PON XX, tim atletik berkekuatan 34 atlet. Mereka mengusung ambisi yang dipatok KONI Jatim, merebut 10 medali emas. Namun, tim atletik Jatim gagal memenuhi target perolehan medali emas.

Medali emas terakhir tim atletik Jatim dipersembahkan oleh Atjong Tio Purwanto yang turun di nomor halang rintang 3.000 meter putra dengan catatan waktu 9:07.59 menit. Medali perak direbut Amat Sucipto Parapat dari Jateng mencatat waktu 9:08.74 menit. Sedang medali perunggu menjadi milik Matheus Wuli dari NTT dengan waktu 9:23.89 menit.

Meski menyabet medali emas, tapi Atjong belum mampu memecahkan rekornas yang ia ciptakan sendiri pada 2018, yakni 8:54.32 menit. Tapi, ia mengaku bersyukur karena bisa mempersembahkan medali emas buat kontingen Jatim. “Alhamdulillah saya puas. Karena sebelumnya kan saya sempat cedera di betis kiri, sehingga praktis persiapan untuk PON XX Papua hanya sekitar tiga bulan,” katanya ketika ditemui usai tampil di final.

Menurut Atjong, karena cedera itu ia tidak bisa tampil maksimal di PON XX Papua. Sehingga, catatan waktunya pun jauh dari rekornas yang sebelumnya telah ia ciptakan. “Sebenarnya masih sakit kalau dipakai berlari, tapi tidak saya rasakan pas tampil di final. Saya enjoy aja karena merasa tertantang melihat lawan-lawan tampil penuh semangat,” akunya.

Satu medali perak direbut Jatim dari nomor estafet 4×400 meter putra. Pada nomor ini Jatim yang menurunkan empat pelarinya, yakni Arif Ibrohim, Selamet Rizki, Heru Astriyanto, dan Dewa Radika Sya mencatat waktu 3:14.65 menit. Medali emas direbut Jawa Barat yang menurunkan Halongan EB sebagai pelari pertama, kemudian disusul Umar Wira, M. Ramdhan, dan Sumatroleko. Catatan waktunya 3:13.68 menit. Sedang medali perunggu menjadi milik Jateng dengan catatan waktu 3:15.01 menit. Pada nomor ini Jateng menurunkan Felix Andrian, Umar Hamdan, Hadi Nur Ikhsan, dan Novianto.

Sementara medali perunggu tim atletik Jatim diperoleh dari nomor estafet 4×400 meter putri. Tim Jatim yang menurunkan Dakwatul Hasanah, Sulastri, Nikmatul Nafiah, dan Eka Cahaya Ningrum mencatat waktu 3:51.43 menit. Medali emas direbut Jateng dengan waktu 3:48.12 menit dan medali perak menjadi milik Jawa Barat yang mencatat waktu 3:50.54 menit.

Di sisi lain, pelatih kepala atletik Jatim Joko Sudarho mengaku kecewa dengan capaian para atletnya karena persiapan menuju PON XX terganggu disebabkan oleh pandemi COVID-19. Menurutnya, ada perbedaan dari atlet Jatim dengan atlet daerah lainnya. Karena di daerah lain, para atlet bisa leluasa berlatih, berbeda dengan atlet atletik Jatim.

“Secara pribadi sangat kurang memuaskan, karena dalam kondisi Pandemi ini, atlet-atlet karena lokasi sehingga latihan kurang baik,” ujar Joko. “Misalnya Jabar dan Jateng, masih diperbolehkan berlatih, dan hanya atlet yang boleh berlatih. Bedanya sama Jatim, berlatih disini tidak boleh, berlatih disana tidak boleh,” pungkasnya. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top