Sport

Tarung Derajat Hanya Raih Perunggu, Ini Alasan Bambang Harjo

Bambang Haryo Soekartono, Ketua Umum Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jatim dan Erwin H Poedjono, Ketua Harian Pengprov Kodrat Jatim berfoto bersama para atlet dan pelatih tarung derajat di GSG Eme Neme Youware, Kabupaten Mimika (11/10) siang. (Fajar Kristanto/Taktik.id)

Taktik.id – Petarung-petarung Jawa Timur tidak dapat berbicara banyak di pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Dari enam petarung yang turun, hanya ada satu petarung yang menghasilkan medali. Itupun hanya medali perunggu.

Menghadapi PON Papua, tarung derajat sejatinya membidik dua medali emas. Target yang lebih tinggi ketimbang raihan di PON XIX/2016 Jawa Barat. Saat itu, Jatim membawa pulang 1 medali emas, 3 perak dan 4 perunggu. Tapi, prestasi tarung derajat Jatim terjun bebas di multieven olahraga kali ini.

“Memang latihan persiapan para atlet di Jatim ini kan terkendala kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Karena yang begitu ketat penerapan PPKM itu di Jatim. Sehingga kesulitan untuk menggelar latih tanding,” keluh Bambang Haryo Soekartono, Ketua Umum Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jatim ketika ditemui di GSG Eme Neme Youware, Kabupaten Mimika (11/10) siang.

Padahal, beberapa petarung peraih medali PON 2016 tetap menjadi andalan Jatim di Papua. Sayangnya, para petarung Jatim malah berguguran di babak awal. Seperti Maki Mubarok yang turun di kelas 52,1-55kg merupakan peraih medali perunggu kalah dari petarung Nusa Tenggara Barat, Yoseph Amoreus.

Berikutnya ada Cahyo Haryo Prakoso petarung kelas 75,1-80kg yang juga meraih perunggu PON 2016 turut kandas di babak awal dari wakil Aceh, Ifrahan Muawal. Sementara non peraih medali PON sebelumnya, Bima Putra Pamungkas (64,1-67kg) dan Nuggy Rezzaindi Yoansa (67,1-70kg) juga takluk di babak awal.

Sementara untuk kategori putri ada dua nama peraih medali PON 2016. Yakni Rismianty Amelia (45,1-50kg) yang menggondol perunggu di PON lalu. Hanya saja, dia dikalahkan Vinka Widyaningrum petarung Jawa Tengah. Sedangkan Aulia Nurdini (58,1-62 kg) yang meraih medali perak, kalah di babak semifinal dari I Ageng Rizki Ariani (Kalimantan Barat) siang tadi.

Melihat hasil ini, Bambang meminta maaf kepada masyarakat Jatim karena hanya membawa pulang satu medali perunggu. Anggota DPR-RI periode 2014-2019 tersebut menegaskan langsung menggelar evaluasi penampilan tarung derajat. Apalagi Erwin H Poedjono, Ketua Harian Pengprov Kodrat Jatim, yang bertindak sebagai manajer tim tarung derajat di PON Papua turut hadir.

“Evaluasi ini tidak hanya dari tim kita sendiri, tetapi juga dari kontingen daerah lain. Kami harapkan di masa yang akan datang terutama agenda terdekat Kejurnas, bisa menorehkan prestasi lagi. Kami juga akan memaksimalkan Porprov tahun depan untuk merekrut petarung potensial,” pungkas Bambang. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top