Sport

Bola Tangan Putri Jatim Angkat Koper

Tim bola tangan putri Jawa Timur melakukan uji coba lapangan sehari sebelum dimulainya cabang bola tangan PON XX/2021 Papua di GOR Futsal SP-2 Mimika, Jumat (8/10). Langkah Jatim terhenti di babak penyisihan grup A karena kalah selisih gol dari Papua dan Kalimantan Timur. (PB PON XX/2021 Papua)

Taktik.id – Tim bola tangan putri Jawa Timur harus angkat koper lebih awal di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Satu kemenangan yang diraih tidak mampu mengantarkan tim bola tangan Jatim ke babak semifinal. Sebab, tuan rumah Papua memetik kemenangan 20-18 atas Kalimantan Timur di GOR Futsal SP 5, Kabupaten Mimika (11/10) sore.

Tim bola tangan putri Jatim tersingkir meski mengumpulkan poin yang sama dengan Papua dan Kaltim di grup A. Sayangnya, Jatim kalah di selisih gol, sehingga Kaltim dan Papua yang lolos ke babak semifinal. “Hasil pertandingan terakhir grup A tadi, otomatis membuat tim bola tangan putri Jatim tak lolos. Jadi sama, poin sama, head to head sama, hanya kalah selisih gol,” ujar pelatih tim bola tangan putri Jatim Sugeng Tri Atmojo.

Sugeng menilai Kaltim tak menunjukan kekuatan sesungguhnya saat menghadapi Papua. Menurutnya, ada perbedaan kualitas permainan Kaltim ketika mengalahkan Jatim. Pada pertandingan (9/10) kemarin, Jatim takluk 14-21 dari Kaltim.

Pemain bola tangan asal Papua, Anjela Desenzano Mahuze dihadang para pemain Kalimantan Timur pada pertandingan terakhir babak penyisihan di GOR Futsal SP-2, Mimika, Senin (11/10). (PB PON XX/2021 Papua)

“Seperti kejadian (Kaltim) sering men-delay (bola), padahal mereka ketinggalan poin namun berani men-delay bola. Ketika ketinggalan jauh hampir 4-5 poin, Kaltim mengejar dengan menaikan tempo permainan. Tetapi ketika selisih 1-2 poin, Kaltim terlihat men-delay lagi, dan memperlambat tempo permainan lagi,” jelasnya.

Bahkan, saat Kaltim mendapatkan penalti beberapa kali, namun tak dimaksimalkan. Bahkan terlihat membuang bola penalti. “Penalti juga saya melihat ada yang tidak on target ke gawang sampai ada beberapa yang dibuang keluar,” tuturnya.

“Menurut saya tadi ada sedikit ‘permainan’ agar Jatim tak lolos, karena kan pelatihnya Papua dari Kaltim, pemainnya Papua juga ada pemainnya Kaltim juga, jadi mungkin mereka saudara dan ada main,” tandasnya. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top