Sport

Aeromodelling Jatim Juara Umum, Ulang Prestasi PON 2016

Ekspresi kegembiraan kontingen Jawa Timur setelah memastikan menjadi juara umum cabor aeromodelling di PON XX/2021 Papua dengan empat medali emas. (KONI Jawa Timur)

Taktik.id – Empat medali emas, tiga perak, dan empat perunggu disabet cabang olahraga (cabor) aeromodelling. Prestasi tersebut menjadikan Erick Limanhadi dan kawan-kawan tampil sebagai juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua.

Posisi kedua ditempati tuan rumah Papua yang sama-sama mengemas empat medali emas. Namun, jumlah medali perak dan perunggu Jatim banyak. Papua hanya meraih satu medali perak dan satu perunggu. Pada PON XIX/2016 di Jawa Barat, atlet aeromodeling Jatim juga berhasil menyumbang empat medali emas.

Gelar juara umum Jatim ditentukan Erick Limanhadi di nomor F2D Control Line Combat. Di babak final Erick merebut medali emas setelah mengalahkan atlet asal Jawa Barat, Meygi Adi Priyanto ST di Lapangan Bola SP1 Timika, Kabupaten Mimika, Senin (11/10). Atas hasil tersebut Meygi Adi Priyanto berhak atas medali perak. Sedang medali perunggu disambar atlet Jateng, Kuswanto.

Tiga medali emas sebelumnya, dua diraih Erick Limanhadi dari nomor F3J FAI dan F1A (bebas terbang tarik). Satunya lagi dipersembahkan Dicka Cahya Putri dari nomor OHLG (Out Hand Launched Glider).

Sedang tiga medali perak, dua direbut Benny Limanhadi dari nomor F1A dan F3A FAI. Satunya lagi oleh Erick dari nomor F3J INA putra. Sementara empat medali perak, tiga diantaranya diborong Handi Yohanes dari nomor F3R INA, F3R FAI, dan F3U. Satunya lagi oleh Dicka Cahya Putri yang bertarung di nomor FIA.

Pelatih Aeromodeling Jatim Dirgahaju Gadjah Perdana mengatakan, raihan medali emas cabor Aeromodeling itu sebenarnya melebihi dari target yang dibebankan KONI Jatim. “Oleh KONI Jatim hanya ditarget tiga medali emas, tapi kami berhasil mendapat empat medali emas,” katanya usai penyerahan medali di Lapangan SP5 Timika, Kabupaten Mimika.

Raihan empat medali emas ini, menurutnya, sebelumnya memang sudah diprediksi. Semua itu berkat latihan yang dilakukan, meskipun di massa pandemi Covid-19. Apalagi, lanjut dia, selama persiapan semua peralatan telah disediakan KONI Jatim.

“Yang tidak kita laksanakan adalah mendatangkan pelatih asing. Selain itu, kita juga tidak bisa try out ke luar negeri. Itu kendalanya,” ungkapnya. Namun demikian, dia mengaku bersyukur cabor Aeromodeling akhirnya bisa tampil sebagai juara umum di PON XX Papua. “Alhamdulillah, kita bersyukur,” tandasnya. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top