Sport

Gagal di Carom – Libre Single, Sanjaya Bidik Medali Carom – 3 Cushion Single

Atlet biliar Jawa Timur Sanjaya Limanto bersiap melakukan sodokan saat mengikuti pertandingan Carom – Libre Single biliar PON XX Papua di GOR Biliar Mimika, Rabu (6/10). (PB PON XX Papua)

Taktik.id – Jawa Timur kehilangan salah satu pebiliar andalan yang turun di nomor Carom – Libre Single ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Sanjaya Limanto, harus mengakui ketangguhan wakil Sumatera Utara pada babak perempatfinal di GOR Biliar SP 5, Kabupaten Mimika (6/10) siang tadi. Sanjaya dengan raihan 55/25 takluk dari Hotmaruli Simarmata yang mengumpulkan 102/25.

Ditemui usai pertandingan, Sanjaya mengakui jika nomor carom – libre single bukan keahliannya. Dia merasa meja yang digunakan juga kurang licin. “Kenapa kalah, pertama saya kan spesialisasi-nya tiga ban (cushion), kalau main halus kurang bisa. Kedua, dari tahun ke tahun setiap PON, pikiran (mindset, Red) saya setiap PON sebelumnya meja itu sliding alias licin,” ujarnya.

“Begitu sampai sini, meja (pertandingan) itu tidak sliding. Dan biliar ini, khusus untuk carom, membutuhkan suhu (ruangan) 16 derajat. Di dalam suhunya pasti 20 sampai 27 derajat. Itu akan berpengaruh pada jalannya bola. Jadi saya main tidak bisa, tidak nyaman. Karena kaget dan adaptasinya telat,” tambah pria yang telah dua kali turun di PON ini.

Meski gagal di nomor carom – libre single, Sanjaya optimistis dapat mempersembahkan medali emas bagi Jatim. Apalagi nomor andalannya belum dimainkan, yaitu 3 cushion single. “Setelah yang 1 cushion single gugur, masih ada nomor keahlian saya yaitu 3 cushion single. Belum tanding, (jadwal) ada di beberapa hari terakhir. Saya mau mengambil emas di 3 cushion single,” tekadnya.

Sanjaya menyebutkan jika peta persaingan cabor biliar pada PON kali ini cukup ketat. Dia menilai kekuatan setiap kontingen merata. Pada PON kali ini, menggunakan sistem pertandingan gugur atau single elimination. “Pesaing terberat tuan rumah, Papua. Namun, secara umum peta persaingan antar daerah merata. Kalau Jatim mengandalkan nomor cadre dan libre, ada Pak Ananta (Sigit Sidharta),” ungkapnya.

Jatim sendiri baru meraih satu medali pada cabor biliar PON XX. Yakni medali perunggu yang diraih dari nomor 8 ball double atas nama Rudy Susanto dan Erwin Kurniawan di Pool Putra A. Kendati demikian, peluang meraih medali sesuai target, dua medali emas, masih terbuka. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top