Sport

Futsal Gagal Raih Medali di PON Papua, AFP Jatim Wajib Gelar Kompetisi

Skuad futsal Jawa Timur saat tampil di laga perebutan medali perunggu melawan Nusa Tenggara Barat pada ajang PON XX/2021 Papua. Futsal Jatim gagal membawa pulang medali lantaran takluk 1-5 dari NTB di GOR Futsal SP 2, Kabupaten Mimika, (3/10) kemarin. (KONI Jawa Timur)

Taktik.id – Tim pelatih futsal Jawa Timur akan segera menyusun laporan pertanggungjawaban di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Laporan itu akan diserahkan kepada pengurus Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jatim yang bakal menjadi penentu masa depan mereka.

Tim futsal Jawa Timur pulang dengan kepala tertunduk. Mereka tak mampu meraih target medali emas pada gelaran PON di Bumi Cenderawasih. Bahkan, tim asuhan Eko Maret Purbo tersebut juga gagal dalam perebutan medali perunggu. M. Ulul Arham dkk. takluk 1-5 dari Nusa Tenggara Barat (3/10) kemarin.

Alhasil, Jatim gagal mengulangi prestasi yang diraih pada PON XIX/2016 Jawa Barat lalu. Saat itu, tim futsal Jatim yang dipoles Vennard Hutabarat merebut medali perunggu setelah mengalahkan DKI Jakarta. Tak hanya itu, tim futsal Jatim di PON kali ini juga mendapat hujatan dari netizen yang menduga ada ketidakadilan wasit saat laga terakhir penyisihan grup melawan Jabar (29/9) lalu.

Karena itu, asisten pelatih futsal Jatim Agus Himawan berharap para pengurus AFP Jatim dapat memastikan gelaran kompetisi Liga Nusantara. Menurutnya, kompetisi tersebut akan dapat memudahkan tim pelatih futsal Jatim memburu pemain untuk menyambut PON XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara.

“Saya belum mengetahui secara langsung ada atau tidaknya (kompetisi). Karena ada kabar tidak jadi dan akan digulirkan. Kalau pun ada ya akan menjadi persiapan yang matang,” ujar Agus di Bandar Udara Mozes Kilangin sesaat sebelum kembali ke Surabaya (5/10).

“Pengurus AFP Jatim yang bisa menjawab lebih detail itu (kompetisi) ada atau tidak. Tapi kalau ada itu akan sangat luar biasa. Karena kita butuh talenta-talenta yang harus dipersiapkan untuk PON ke-21. Karena harus bisa dimulai dari sekarang,” harapnya.

Pada skuad futsal Jatim di PON kali ini merupakan pemain-pemain hasil gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019 lalu. Hanya ada dua pemain profesional yang bercokol di Jatim. Yakni Faisal Ammar dan Singgih Romana Jati. Bahkan, Faisal merupakan anggota skuad futsal Jatim yang merebut medali perunggu PON XIX/2016.

Sementara dari skuad kali ini, ada tiga nama yang berpeluang bisa kembali mengikuti PON mendatang. Mereka adalah Adriano Athalla Tomassi, Achmad Vicky Irawan dan Albert Sadewa Narendra. “Itu yang bisa ikut PON 2024 jika tetap regulasinya U-23,” beber Agus.

Lebih lanjut Agus menyatakan jika ternyata kompetisi tidak bergulir, maka salah satu cara untuk mendapatkan pemain adalah dengan berburu di gelaran Porprov VII/2022. Hanya saja, dia tidak dapat melangkah lebih jauh karena masih harus menunggu keputusan AFP Jatim terkait masa depan tim pelatih.

“Setelah ini kami serahkan dulu evaluasi tim kepada manajemen dan pengurus AFP Jatim. Kemudian nanti apakah kami ditunjuk lagi (sebagai tim pelatih) atau yang lain, saya tidak begitu paham. Kita serahkan (keputusan) ke pengurus,” jelas Agus. “Kalau kami masih dipercaya pastinya ajang Porprov itu menjadi salah satu pantauan untuk mencari bakat-bakat futsal bagi tim pelatih. Karena tidak ada kompetisi lagi,” tandasnya. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top