Sport

Kena Bantai NTB, Futsal Jatim Gagal Ulang Prestasi PON 2016

Para pemain futsal Jawa Timur harus menerima kenyataan dibantai Nusa Tenggara Barat pada laga perebutan medali perunggu PON XX/2021 Papua di GOR Futsal SP 2, Kabupaten Mimika siang ini (3/10). (Fajar Kristanto/Taktik.id)

Taktik.id – Tim futsal Jawa Timur meraih hasil menyesakkan pada laga perebutan medali perunggu Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Mereka takluk 1-5 dari Nusa Tenggara Barat pada laga di GOR Futsal SP 2, Kabupaten Mimika siang ini (3/10).

Pembantaian NTB ke gawang Jatim terjadi dalam tempo 10 menit. Diawali oleh Muhammad Fajrin Akbar pada menit ke-3. Empat menit kemudian giliran Makrifatul Amri, lantas Romi Humadri menambah keunggulan NTB menjadi 3-0. Hingga turun minum Jatim gagal menembus pertahanan rapat yang dibangun para pemain NTB.

Pada babak kedua, Romi Humadri mencetak gol keduanya di laga ini yang membuat NTB semakin jauh dari kejaran Jatim. Meski begitu, Jatim mencetak satu gol melalui Januardy Ramdhani pada menit ke-35. Sayangnya, NTB malah membuat Jatim semakin menderita setelah menambah gol kelima lewat M. Wahyu Hidayat. Skor 5-1 tak bisa dikejar Jatim hingga peluit dibunyikan.

Asisten pelatih tim futsal Jatim Agus Himawan berdalih jika penampilan para pemain yang naik turun dari satu pertandingan ke pertandingan lain adalah hal biasa. Padahal, Jatim dua kali kebobolan lima gol di PON XX. Sebelumnya, Agung Ma Arif dkk. dipermak oleh Papua pada laga semifinal (1/10) kemarin. Skornya pun sama, 1-5.

“Ya inilah pertandingan. Ada fluktuatif, kadang ada naik kadang turun. Dan (bagi) kami ini mungkin bukan harinya. Tapi, kami terus berjuang dalam pertandingan. Semua bisa tahu sendiri, kalau kami selalu menekan lawan,” kelit Agus dalam sesi jumpa pers setelah laga.

Hasil ini membuat Jatim gagal mengulangi sukses pada PON XIX/2016 Jawa Barat. Saat itu, pelatih Vennard Hutabarat mampu membawa Jatim meraih medali perunggu. Saat itu, Jatim mengalahkan DKI Jakarta dengan skor 6-1 pada laga perebutan posisi 3 dan 4.

“Kebetulan saya salah satu staf pelatih futsal Jatim waktu PON 2016. Memang, kalau dibilang gagal, secara hasil ya gagal. Tapi kalau secara pembibitan kami sudah berhasil memunculkan beberapa pemain yang nantinya mungkin masih bisa dipakai pada PON edisi selanjutnya,” elak Agus.

Sementara itu, Singgih Romana Jati menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jatim atas kegagalan tim futsal meraih prestasi di PON 2021. Dia mengklaim jika dirinya dan pemain Jatim lainnya telah berusaha keras di lapangan.

“Saya mewakili para pemain, mohon maaf dan juga terima kasih, (kami) belum bisa memberikan hasil yang maksimal. Tetapi kami sebagai pemain sudah memberikan seluruh tenaga, apapun kami lakukan ketika bertanding,” ujar kapten tim futsal Jatim ini. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top