Sport

Dua Gol Penalti Bawa Futsal Jatim ke Semifinal Usai Atasi Jabar

Pemain tim futsal Jawa Timur Agung Ma Arif (2) memberi tekanan ke pertahanan Jawa Barat pada laga terakhir babak penyisihan Pool B PON XX/2021 Papua. Jatim berhasil lolos ke semifinal usai menang 4-3 atas Jabar di GOR Futsal SP 2, Kabupaten Mimika, Rabu (29/9) siang. (Fajar Kristanto/Taktik.id)

Taktik.id – Jawa Timur nyaris angkat koper lebih cepat dari cabang olahraga (cabor) futsal Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Namun kemenangan atas Jawa Barat dengan skor 4-3 mengantarkan Jatim ke babak semifinal.

Pertandingan antara Jatim dan Jabar yang digelar di GOR Futsal SP 2, Kabupaten Mimika, Rabu (29/9) siang, berjalan begitu seru. Jatim yang memburu kemenangan untuk meraih tiket semifinal. Empat gol Jatim diceploskan oleh Faishal Ammar (10), Singgih Romana Jati (16), Januardy Ramdhani (32, 36).

Sementara tiga gol Jabar diciptakan Firman Adriansyah (18), Muhammad Fajriyan (25) dan gol bunuh diri Andhika Agraprana (35). Hasil ini mengantarkan Jatim lolos ke semifinal sebagai runner-up menyusul Jabar yang menjadi juara Pool B.

“Kami selalu bersyukur apapun hasilnya dan kondisinya. Karena kami lalui tahap demi tahap untuk selalu melewati pertandingan ini dengan maksimal. Terima kasih kepada pemain yang bisa melaksanakan game plan yang sudah direncanakan sebaik mungkin oleh tim pelatih,” kata Agus Himawan, asisten pelatih tim futsal Jatim, selepas pertandingan.

“Kami buat hal yang berat menjadi mungkin. Dan Alhamdulillah itu terjadi. Terkait dengan strategi, kami hanya berusaha sebaik mungkin untuk memberikan tekanan kepada Jabar. Karena mereka tim yang luar biasa secara teknikal dan taktikalnya, baik individu maupun grup,” tambahnya.

Agus mengakui pertandingan hari ini sangat berat. Ya, pertandingan tersebut berjalan panas. Puncaknya, pada menit ke-15, sempat terjadi kericuhan antara wasit dan pemain Jabar. Hingga akhirnya wasit mengganjar Muhammad Rizki Xavier dengan kartu merah. Di babak pertama sendiri tercipta empat second penalty. Masing-masing tiga untuk Jatim, dan satu untuk Jabar. Hanya saja, tidak ada yang masuk ke gawang.

Agus berdalih jika kegagalan para pemain mencetak gol melalui second penalty karena kehebatan Muhammad Nasrulloh, kiper Jabar. Agus menyebutkan jika situasi tersebut mempengaruhi kondisi psikologi pemain. Karena itu dia mengakui jika gol dari titik penalti sangat membantu Jatim.

“Situasi itu cukup menguntungkan. Antara masuk dan tidak masuk, kenyataannya dengan pertandingan berat, semua aspek termasuk psikologi sangat berpengaruh. Nah, kami juga tahu jika kiper dari Jabar spesialis menghalau tendangan bola mati. Di timnas futsal Indonesia juga seperti itu (jago). Untungnya kami bisa memanfaatkan di titik penalti 6 meter,” aku Agus.

Pada kesempatan yang sama, kapten tim futsal Jatim Singgih Romana Jati mengaku terus memompa semangat juang rekan-rekannya. Dia meminta para pemain tidak gentar meski mayoritas skuad Jabar memperkuat timnas futsal Indonesia. “Saya menekankan kepada teman-teman, jangan pandang mereka diatas kita. Semua rata. Artinya, ini kan event nasional, jadi kita sudah selevel dengan mereka,” ungkapnya. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top