Sport

Hoslih Abdullah Pimpin KONI Surabaya Kali Kedua

Hoslih Abdullah (dua dari kiri) terpilih kembali menjadi Ketua KONI Surabaya dalam pelaksanaan Musorkot yang digelar di Graha Sawunggaling, Surabaya, (18/9) siang tadi. (Fajar Kristanto/Taktik.id)

Taktik.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya bakal kembali dipimpin Hoslih Abdullah. Dia terpilih dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) yang digelar di Graha Sawunggaling, Surabaya, siang tadi (18/9). Sebanyak 34 pemilik suara menyatakan dukungan kepada Hoslih, sementara 11 voters belum menyatakan sikapnya.

Hoslih menyatakan siap untuk mengemban amanah yang telah diberikan pengurus kota (pengkot) cabang olahraga (cabor). Dia berterimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan dan berjanji akan melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. “Amanah yang telah diberikan akan saya laksanakan sebaik mungkin. Dan olahraga di Kota Surabaya harus terus berbenah agar lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan akan memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga di Kota Pahlawan. Dia mengatakan bila saat ini hanya 30 atau 50 persen atlet Surabaya yang membela kontingen Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Maka untuk kedepannya harus bertambah banyak dan melebihi dari yang saat ini.

“Saya berharap KONI kedepannya ada Sinergi baru dengan pemerintah. Dan saya pun berharap akan ada lebih banyak lagi atlet prestasi, baik ditingkan internasional, nasional maupun regional,” ujar Eri.

“Antara KONI dan pemerintah kota harus memiliki komitmen yang sama dalam perkembangan olahraga. Dan untuk itu saya perlu informasi dan masukan dari para pengurus KONI Kota Surabaya. Tanpa adanya komunikasi yang baik, tidak akan mungkin pula ada kerja dan hasil yang baik,” tambahnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini juga menegaskan bahwa dalam organisasi harus ada skala prioritas serta kematangan dari ketua. Dengan adannya hal itu maka akan ada sinergi dengan pemerintah, KONI dan cabor.

“Surabaya harus lebih hebat dalam mencetak atlet prestasi serta memunculkan talenta-talenta baru didalam olahraga. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah kota melaksanakan Diklat dan itu akan kita mulai cabang sepakbola, panahan, badminton,” tandas Eri.

Sementara itu, hanya 45 dari 51 pengkot yang berhak memberikan hak suara dalam pelaksanaan Musorkot kali ini. Enam cabor kehilangan hak suara dikarenakan masa kepengurusannya telah melewati waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Pelaksanaan sidang Musorkot dipimpin Budi Haryono dari Pengkot Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Surabaya.

Budi didampingi Lilis Handayani dari Pengkot Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Surabaya dan Evi Ekawati yang berasal dari Pengkot Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Surabaya. Ketiganya nanti akan membantu Ketua KONI Surabaya tepilih dalam penyusunan kepengurusan masa bakti 2021-2025. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top