Sport

Andalkan 15 Cabor, Jatim Bidik 136 Medali Emas PON XX

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung menerima bendera kontingen PON Jatim dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/9) siang. (Fajar Kristanto)

Taktik.id – Kontingen Jawa Timur bertekad membawa pulang 136 medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Artinya, Jatim optimistis merebut gelar juara umum pesta olahraga empat tahunan yang akan berlangsung 3-15 Oktober 2021 mendatang.

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung mengatakan target tersebut akan dimaksimalkan melalui 15 cabang olahraga (cabor) andalan. Diantaranya ada menembak, atletik, panahan, selam, renang, tenis lapangan, panjat tebing, wushu, paralayang, dan gulat.

“Sesuai target awal, Jatim harus juara umum. Untuk itu, Jatim menargetkan merebut 136 medali emas,” kata Erlangga usai acara pelepasan kontingen Jatim PON XX oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/9) siang.

“Insya Allah, dari 15 cabor tersebut, Jatim bisa memenuhi target perolehan medali, disamping dari beberapa cabor lainnya. Bahkan, untuk gulat saya optimistis bakal menyabet 7 medali emas,” tambah mantan atlet aeromodelling tersebut.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung beserta perwakilan atlet pada acara pelepasan kontingen PON XX Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/9) siang. (Fajar Kristanto)

Pada PON kali ini, Jatim menerjunkan 543 atlet. Para atlet tersebut berasal dari 34 cabor yang diikuti Jatim. Sementara PON Papua memperlombakan 37 cabor dengan total 776 medali emas yang diperebutkan. Jatim diprediksi selain bersaing dengan tuan rumah Papua juga dengan juara bertahan Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Erlangga menyatakan hasil PON XIX/2016 silam tak bisa menjadi tolok ukur. Saat itu, Jatim yang merebut 132 medali emas, 138 perak, dan 134 perunggu harus puas menjadi runner up tuan rumah Jabar dengan perolehan 217 medali emas, 154 perak, dan 158 perunggu. Sementara Jakarta menguntit di posisi ketiga dengan perolehan 132 medali emas, 123 perak, dan 118 perunggu.

“Hasil PON Jabar tidak bisa dijadikan tolak ukur. Sebab, setelah ada pandemi ini petanya (persaingan) agak gelap. Karena hampir tidak ada lomba atau pertandingan, baik internasional maupun nasional,” ungkap Erlangga.

“Yang jelas, kami kan punya cabor dengan target emas gemuk dan emas kurus. Nggak mungkin emas gemuk tiba-tiba berubah jadi perunggu. Kecuali ada yang cidera atau sebab lain,” tandasnya. (fjr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top