Sport

Punya Peluang Gondol Emas, IMI Jabar Ogah Jadi Pelengkap di PON Papua

Audiensi antara Pengprov IMI Jabar dengan ketua umum KONI Jabar di ruang rapat KONI Jabar, Selasa (23/7). (dok KONI Jabar)

BANDUNG – Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat berkomitmen tak ingin menjadi pelengkap semata pada perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua nanti.

Oleh karena itu, Ketua Umum Pengprov IMI Jabar, Fachruzar Sarman menegaskan dari delapan medali emas yang diperebutkan pada PON 2020 ia menargetkan minimal empat medali emas bisa digondol ke Tanah Pasundan.

“Maksud dan tujuan kami Pengprov IMI bersama atlet road race dan motocross ingin menjelaskan bahwa kami di PON Papua tidak ingin menjadi pelengkap. Tapi kami meyakini dengan segala potensi yang dimiliki bisa dapat lebih dari empat emas. Baik dari road race ataupun motocross,” ungkap Fachruzar saat audiensi Pengprov IMI Jabar di ruang rapat KONI Jabar, Selasa (23/7).

Ia mengatakan, pada PON sebelumnya Jabar hanya mendapat satu medali emas meski saat itu tampil sebagai tuan rumah. Namun hal itu tidak menciutkan nyali para pebalap Jabar untuk mengembalikan kejayaan balap motor dan motocross Jabar di Papua. Oleh karena itu, pada babak kualifikasi (BK) PON yang akan digelar September 2019 nanti tim balap motor Jabar harus bisa meloloskan semua nomor yang dipertandingkan.

“Minggu kedua dan ketiga September 2019 kami akan menghadapi BK. Untuk road race di Sentul Kecil sedangkan motocross di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Banten. Saat ini ada sekitar 32 atlet yang kita undang dan yang hadir 24 atlet. Akan kita susutkan menjadi delapan atlet. Kita sudah punya bayangan, tetapi setelah BK pun karena entry by number jadi ada waktu kompetisi di internal atlet untuk bersaing menjadi delapan terbaik,” kata Fachruzar.

Saat ini Pengprov IMI Jabar hanya bisa memberikan pembinaan melalui Kejurda dan Kejurnas secara teratur. Setidaknya ada tiga Kejurnas road race dan tiga Kejurnas motocross. “Itu untuk menguji kita langsung di iklim kompetisi. Sementara mereka dibina di klub. Nanti setelah BK baru kita tarik untuk mengikuti pemusatan latihan baik fisik maupun teknik,” pungkasnya.

Penulis : Fajar Kristanto
Editor : Fajar Kristanto
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top