Sepak Bola

Dua Pemain Persebaya Raih Gelar Individu di Piala Presiden, Ini Profilnya

Taktik.id- Bonek harus lega menerima kenyataan atas kekalahan Persebaya 0-2 dari Arema FC pada final leg ke dua Piala Presiden yang digelar Stadion Kanjuruhan, Malang (12/4).

Meski keok dari Arema, pemain Persebaya setidaknya menjadi obat penghibur setelah mendapat gelar indvidu. Mereka adalah Irfan Jaya dan Manuchehr Jalilov sebagai top scorer turnamen dengan lima gol (bersama Bruno Matos, Pemain Persija).

Irfan adalah pemain yang diboyong dari PSM Makassar U-21. Bajul Ijo punya ekspektasi lebih padanya karena pernah menjadi top scorer Indonesia Soccer Championship A U-21 musim 2016 bersama PSM Makassar U-21, dengan mengemas 14 gol.

Dilahirkan 1 Mei 1996 (22 tahun)di Bantaeng, Sulawesi Selatan, debut perdananya bersama Persebaya dimulai pada 20 Jili 2017 dari bangku cadangan. Kala itu Persebaya tanding dan menang 1–0 atas Madiun Putra FC di Stadion Wilis pada pertandingan Liga 2 2017.

Awal-awal debut pemain yang identik dengan nomor punggung 41 ini memang kurang memberikan kontribusi pada Bajul Ijo. Namun permainan Irfan semakin berkembang. Sehingga tahun 2017, dia dikontrak selama empat tahun oleh Persebaya. 

Kini Irfan dianugerahi sebagai pemain muda terbaik Piala Presiden 2019. Selain piala, dia juga mendapat uang pembinaan sebesar Rp 150 juta.

“Alhamdulillah saya bersyukur bisa mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik. Saya juga tidak menyangka bisa mendapatkan gelar individu di Piala Presiden tahun ini,” kata Irfan Jaya seperti dilansir dari Persebaya.id.

Gelar pemain muda terbaik ini merupakan gelar keduanya bersama Green Force. Sebelumnya Irfan Jaya menyabet gelar individu pemain muda terbaik pada Liga 2 2017 lalu.

Selain itu ada Manuchekhr Nasrulloyevich Dzalilov yang didatangkan pada Februari 2019 lalu.

Dzalilov lahir 27 September 1990 di Hisor, Tajikistan, merupakan pemain berposisi sebagai gelandang serang.

Pada awal musim 2015, Dzhalilov bergabung dengan juara Tajik League FC Istiklol dan meraih predikat top skor ditahun yang sama pada Tajik League.

Pada Deember 2017, rumor mengatakan bahwa pemain Timnas Tajikistan itu akan bermain di Liga 1 bersama Sriwijaya FC.

Sriwijaya mengonfirmasi kedatangannya pada 17 Desember 2017, namun Istiklol menyetujuinya pada 4 Januari 2018.

Saat bersama Sriwijaya pada musim 2018 lalu, Zalilov bermain cukup apik. Catatannya pun tidak buruk, yakni mencetak 7 gol dalam 30 kali pertandingan.

Hal tersebut yang membuat pelatih Persebaya, Djajang Nurdjaman kepincut untuk memboyongnya. Terbukti, Zalilov tampil sesuai keinginan Djajang meskipun belum meraih gelar juara Piala Pesiden 2019 ini.

Namun status top skor Piala Presiden ini merupakan pembuktian kualitas Zalilov.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top